Fenomena pergantian tahun 2015 menuju 2016 dalam hitungan Miladiyah yang baru saja dirayakan oleh hampir seluruh penduduk Indonesia yang mayoritas kaum muslimin bahkan dirayakan oleh berbagai negara di belahan dunia seolah dianggap hal istimewa. Pesta pergantian tahun baru miladiyah dirayakan dari tahun ke tahun dengan berbagai macam acara seperti tiup terompet, menyalakan kembang api, menyalakan petasan, bergadang malam dan melakukan hal-hal yang sia-sia lainnya adalah perkara yang seolah dianggap hal biasa. Padahal semua perkara-perkara ini adalah kebiasaan orang-orang kafir. Bukankah meniup terompet adalah kebiasaan orang-orang yahudi? Bukankah menyalakan api/kembang api adalah kebiasaan orang-orang majusi? bukankah perayaan tahun baru yang digandengkan dengan natal itu milik orang2 nasrani? Lalu kenapa kita kaum muslimin ikut latah meniru2 kebiasaan orang-orang kafir? Laa haula walaa quwwata illaa billaah...
Pergantian hari atau bulan atau tahun,baik dalam hitungan kalender hijriyah ataupun miladiyah merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah. dan kita sebagai seorang mukmin merenungi dan meyakini bahwa hakikatnya pergantian hari itu adalah tanda semakin dekatnya kita dengan kematian. ini adalah peringatan untuk kita menyambut hari-hari yang akan datang dengan ketaatan dan perbaikan diri. Namun perlu diingat bahwa pergantian tahun miladiyah bagi kaum muslimin adalah seperti hari-hari biasa. tidak ada hal yang istimewa. Bukankah kelender kita kaum muslimin adalah kalender hijriyah? di mana di dalamnya ada 12 bulan yaitu : muharram, shafar, robi'ul awwal, robiul akhir, jumadal ula, jumadats tsaniyah, rojab, sya'ban, romadhon, syawwal, dzulqo'dah, dzulhijjah. dan semua bulan-bulan ini terkait dengan ibadah kaum muslimin. Maka inilah bulan-bulan islam. inilah kalender islam, yang kaum muslimin berpijak dalam hitungan tahun.
adapun kalender miladiyah, ia tak sepantasnya dirayakan dengan berbagai macam pesta. sementara kalender hijriyah saja tidak ada syariat padanya untuk menyambut dengan berbagai macam acara atau pesta, apalagi kalender miladiyah yang jelas2 bukan kalender kaum muslimin, maka ia lebih layak untuk dianggap hari-hari biasa dan tidak perlu adanya pesta.
Khutbah yang disampaikan pada kesempatan kali ini, sama sekali tidak mengganggap perubahan kalender masehi sebagai hal istimewa. perubahan tahun ini adalah hal yang biasa dan seperti hari2 biasa. kami hanya mengkritisi kaum muslimin yang sudah salah dalam menyikapi pergantian tahun miladiyah dengan berbagai macam pesta kembang api dan perkara-perkara kesia-siaan lainnya.
Pergantian tahun hijriyah dan miladiyah adalah merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah, maka kita layak untuk merenung bahwa hakikatnya kita bertambah umur dan bertambahnya umur ini adalah sebagai tanda kita semakin dekat dengan ajal/kematian. Sudahkah kita bersiap diri???
Berikut link download khutbah
https://archive.org/download/KhutbahJumatRenunganAkhirTahunUstHafidzAbu/Khutbah_jumat_Renungan_Akhir_Tahun_Ust_Hafidz_Abu_.mp3
Pergantian hari atau bulan atau tahun,baik dalam hitungan kalender hijriyah ataupun miladiyah merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah. dan kita sebagai seorang mukmin merenungi dan meyakini bahwa hakikatnya pergantian hari itu adalah tanda semakin dekatnya kita dengan kematian. ini adalah peringatan untuk kita menyambut hari-hari yang akan datang dengan ketaatan dan perbaikan diri. Namun perlu diingat bahwa pergantian tahun miladiyah bagi kaum muslimin adalah seperti hari-hari biasa. tidak ada hal yang istimewa. Bukankah kelender kita kaum muslimin adalah kalender hijriyah? di mana di dalamnya ada 12 bulan yaitu : muharram, shafar, robi'ul awwal, robiul akhir, jumadal ula, jumadats tsaniyah, rojab, sya'ban, romadhon, syawwal, dzulqo'dah, dzulhijjah. dan semua bulan-bulan ini terkait dengan ibadah kaum muslimin. Maka inilah bulan-bulan islam. inilah kalender islam, yang kaum muslimin berpijak dalam hitungan tahun.
adapun kalender miladiyah, ia tak sepantasnya dirayakan dengan berbagai macam pesta. sementara kalender hijriyah saja tidak ada syariat padanya untuk menyambut dengan berbagai macam acara atau pesta, apalagi kalender miladiyah yang jelas2 bukan kalender kaum muslimin, maka ia lebih layak untuk dianggap hari-hari biasa dan tidak perlu adanya pesta.
Khutbah yang disampaikan pada kesempatan kali ini, sama sekali tidak mengganggap perubahan kalender masehi sebagai hal istimewa. perubahan tahun ini adalah hal yang biasa dan seperti hari2 biasa. kami hanya mengkritisi kaum muslimin yang sudah salah dalam menyikapi pergantian tahun miladiyah dengan berbagai macam pesta kembang api dan perkara-perkara kesia-siaan lainnya.
Pergantian tahun hijriyah dan miladiyah adalah merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah, maka kita layak untuk merenung bahwa hakikatnya kita bertambah umur dan bertambahnya umur ini adalah sebagai tanda kita semakin dekat dengan ajal/kematian. Sudahkah kita bersiap diri???
Berikut link download khutbah
https://archive.org/download/KhutbahJumatRenunganAkhirTahunUstHafidzAbu/Khutbah_jumat_Renungan_Akhir_Tahun_Ust_Hafidz_Abu_.mp3

0 komentar:
Posting Komentar